Tags

, , , , , , , ,


contekmencontek

Contek mencontek...

Kasus contek mencontek adalah hal biasa dalam kehidupan. Sejak kita mengenal persaingan dalam kehidupan, walau usia masih balita, maka kegiatan mencontek mulai kita lakukan. Dalam bahasa santunnya adalah meniru apa yang dilakukan oleh orang lain.

Persaingan dalam hal apapun, baik menyangkut kehidupan pribadi, SARA, maupun kehidupan antarnegara, maka kegiatan contek mencontek menjadi hal yang lumrah dilakukan. Bahkan taruhan nyawa adalah hal biasa demi bisa mencontek. Berapa banyak percontekan dilakukan oleh “Kelompok Barat” terhadap “Kelompok Timur” dan sebaliknya. Semua dilakukan dengan pembenaran sesuai posisi masing-masing.

Dalam dunia tulis menulis hal ini juga terjadi sejak jaman dulu. Karya tulis pihak lain “dicontek” demi persaingan personal. Untuk kasus ini biasanya persaingan justru bukan dengan pihak yang dicontek tetapi dengan pihak lain lagi. Karya tulis contekan tadi digunakan untuk membuat kesan bahwa “sang penulis” mempunyai kemampuan hebat dan lebih hebat dari pesaingnya, walau yang ditampilkan adalah karya orang lain.

Saat format tulisan dalam jaman dijital, maka pencontekan lebih mudah lagi. Tinggal buka dokumen, melalui dokumen langsung (misal dalam doc, pdf, atau lainnya) atau melalui laman web, lalu salin (copy) dan letakkan (paste) pada dokumen sendiri. Ubah penulisnya menjadi nama sendiri, dan publikasikan pada khalayak dan pesaing… beres…

Artikel yang paling gampang di-“copy-paste”-kan adalah artikel pada blog. Maraknya para penulis memanfaatkan blog sebagai tempat publikasi maka memudahkan para penggemar “copas” melaksanakan hasratnya. Saya yakin, diantara pembaca artikel ini ada yang pernah menjadi korban, dimana karyanya di “copas” oleh orang lain. Dan mungkin juga ada yang berbuat sebaliknya…😀

Saya pernah mengalami dimana posting saya di-copas secara bulat utuh. Salah satunya adalah tulisan yang saya posting 1 Pebruari 2006 dengan judul “Komposisi warna alami ASTER“. Tulisan ini tentang komposisi kanal citra satelit sensor ASTER yang dapat terlihat seperti tampakan warna sebenarnya di alam. Hal ini dikatuhui tanpa disengaja saat iseng memanfaatkan fasilitas “Search Google for…” (dengan cara blok alinea, klik kanan…).

Saat mengetahui, saya langsung mengunjungi dan melihat, wow, tulisan ditampilkan utuh tanpa perubahan apapun, dan tidak ada pemberitahuan sumber sama sekali.

Entah ada berapa kemungkinan lagi jumlah “postingan” yang mengalami hal serupa, saya hampir gak peduli lagi. Eh, pada September 2011 muncul lagi ping back dari pelaku serupa. Karena ada ping back maka dengan mudah saya menelusuri dengan sekali klik. Dan sama juga, tulisan plus gambar terpublikasi secara utuh dilaman blog pelaku. Ahaay…

Artikel yang dimaksud adalah “Sebaran mudik di Latitude“.

Entah apa maksud dari para pelaku ini, saya jauh dari prasangka apapun. Saya pun tidak menanyakan pada mereka apa yang mereka harap dari perbuatannya.

Sejatinya tidak ada hal yang baru di muka bumi ini, keunikan hanya terjadi pada bagaimana mengungkapkannya saja, baik berupa tulisan ataupun lainnya. Dan sebagai manusia yang beradab dan berpendidikan (ehm jadi ingat sosialita yang meributkan kebesaran gelarnya) tentunya etika selalu dijunjung tinggi.

Sebagai “kenangan”, maka laman yang menampilkan tulisan saya tanpa pemberitahuan tadi saya simpan dalam bentuk gambar (screen capture).

Apakah anda pernah mengalami hal “pencontekan” serupa..? Semoga bukan pada sisi pelakunya…

: )