Tags

, , , , ,


Beberapa letusan di udara Bogor malam ini mengingatkan saat bermalam di kota Purwakarta pada minggu pertama bulan Ramadhan tahun ini. Saat itu Hotel tempat menginap adalah hotel yang bersebelahan dengan Situ Buleud.

Situ Buleud adalah danau/situ di tengah kota Purwakarta, tempat yang teduh saat siang hari, karena ditumbuhi oleh pohon-pohon rindang di seputaran situ. Sore dan malam lokasi ini adalah tempat berkumpulnya anak muda dengan berbagai gaya.

Malam itu, setelah selesai santap malam, saya mencoba menikmati suasana Situ Buleud dengan mengitarinya. Jalan di depan Hotel telah penuh dengan kelompok-kelompok anak muda. Para penikmat nongkrong ini terlihat berkelompok-kelompok dan semua asik dengan mengobrol dan bermain gadget. Sementara itu motor, sebagai kendaraan sekaligus identitas kelompok berjajar parkir di tepi jalan dekat mereka.

Terlihat juga beberapa konvoi motor yang berputar kesana-kemari, entah maksudnya apa. Mencari lokasi nongkrong atau sedang mencari perhatian kelompok lainnya. Tidak terlihat suasana permusuhan, setidaknya malam itu.

Yang membuat saya sedikit terkesan saat berjalan di sekitar mereka adalah suasananya yang mengerikan. Lho..? Suasana tanpa permusuhan tapi mengerikan..?

Ya, karena mereka, hampir semua, kelompok bermain dengan petasan. Dar der dor suara petasan disana-sini. Petasan pun tidak hanya yang berledakan besar ke udara, tapi juga yang dilempar ke jalan. Beberapa kali saya harus berhenti sejenak karena ada petasan terlempar ke jalan yang akan saya lalui. Menunggu hingga petasan meledak, baru saya meneruskan langkah. Kehati-hatian saya meningkat karena, tentunya, saya tidak mau menjadi korban ledakan, sekecil apapun ledakannya, pada saat saya melintas.

Apakah “kemeriahan petasan” ini terjadi hanya dalam bulan puasa saja, atau memang sudah menjadi tradisi harian, entahlah. Yang jelas suasana ini mengurangi keberanian saya menjelajah seluruh lingkaran Situ Buleud.

Terus terang saya menyukai suasana ramainya anak muda di seputaran situ ini, tapi sekaligus juga tidak menyukai ledakan mercon, apalagi yang sengaja dilemparkan di tengah jalan umum. Berbahaya kan..?

: )