Tags

,


Sumber gambar: batpoopcrazy.wordpress.com

Sumber gambar: batpoopcrazy.wordpress.com

Satu ketika tetangga mempunyai seekor Anjing. Anjing ini kemudian saya sebut sebagai Anjing sebelah. Jadi kata “sebelah” bukan berarti Anjing yang hanya sebelah dengan berkaki dua (1 depan, 1 belakang), bertelinga satu, dan seterusnya ya…

Tiap kali saya akan memberikan kontribusi dalam bentuk makanan (misalnya sisa daging atau tulang), maka reaksi si Anjing adalah dengan gonggongan keras. Walau kemudian setelah saya pergi ia memakannya dengan lahap. Apapun bentuk gratifikasi (atas jasanya ikut menjaga keamanan lingkungan saya) maka ia selalu mengawali dengan gonggongan galak, dan setelah pemberi pergi barulah ia menikmati makanan pemberian itu.

Mungkin ini adalah manajemen si Anjing dalam menjaga citra dirinya sebagai personal yang harus ditakuti oleh siapapun.

Tetapi kelakuan ini lambat laun menyinggung saya.

Ketersinggungannya adalah ternyata ada perilaku saya yang mirip dengan si Anjing sebelah ini. Tiap kali ia melakukan hal tersebut maka seolah ia selalu mengingatkan pada saya bahwa:

Saat ada orang lain yang memberi saya apapun (misal berupa nasihat apalagi teguran), walau akan sangat baik untuk saya, tetapi saya awali dengan respon penolakan keras bahkan seringkali saya bantah dengan kasar. Dan…, tetapi…, kemudian…, saya akhirnya menerima bahwa hal itu baik untuk saya…

Mmmm boleh kan tersinggung dengan si Anjing sebelah..?

: )