Tags

, ,


DSC_4187

Mencoba terbang dengan Google Earth layar lebar.

Google Earth, perangkat lunak yang tidak asing lagi bagi kita. Kemampuannya menampilkan citra satelit untuk wilayah seluruh dunia semua sudah tahu. Bukanlah hal aneh lagi kita melihat White House, rumah dinas Presiden Amerika, dari sebuah warnet di Kota Sabang, Aceh, misalnya.

Saat berkunjung ke @America, yaitu pusat kebudayaan Amerika Serikat di Jakarta, saya sempat bermain-main dengan Google Earth. Disalah satu pojok ruang terdapat beberapa panel monitor saling terangkai dan berbentuk hampir setengah lingkaran. Panel-panel yang cukup lebar dan tinggi ini menampilkan citra satelit via Google Earth.

Apa bedanya dengan Google Earth yang ada di komputer kita?

Beda utama tentunya adalah tampilan dalam monitor layar lebar. Bentuk hampir setengah lingkaran menyajikan rasa tersendiri saat kita berada pada titik fokus (mungkin pada titik tengah lingkarannya?) dari ruang panel monitor ini.

Pengendalian tampilan ada pada satu buah tombol/tuas berbentuk lingkaran. Dengan menekan atau menarik kita bisa men-zoom tampilan. Untuk memutar arah tinggal memutar tombol tersebut. Pengendaliannya persis dengan pengendalian pada pesawat (flight dynamics) yang mempunyai tiga sumbu putar (yaw, pitch, and roll).

Untuk lokasi dengan ketinggian berbeda seperti pegunungan/perbukitan, kita bisa merasakan seolah naik pesawat terbang melintasinya naik-turun (flight through). Juga untuk kota-kota besar yang telah mempunyai data tinggi gedung, saat memasukinya terasa sekali asiknya terbang melintasi sela-sela gedung tinggi seperti difilm-film action para superhero Amerika.

Lebarnya panel monitor, bentuk yang melingkar, dan kemudahan akses melalui tuas dapat menjadikan pengalaman terbang yang mengasyikkan tersendiri bersama Google Earth di @America ini.

: )

Fofo-foto dapat dilihat berikut ini:

_