Tags

, , , , ,


Seputaran tempat tinggal.

Seputaran tempat tinggal.

Kereta Amtrak baru saja melintas jalurnya yang hanya berjarak kurang dari 100 meter dari rumah. Suatu hal yang biasa setiap hari, klaksonnya kadang sangat nyaring dan bertalu-talu, mungkin saat mana si pak Masinis lagi bete dan cari keramaian dalam kedinginan nan tajam ini…

Kali ini saya tiba-tiba ingat akan percakapan dengan seorang rekan dalam satu perjalanan. Sekian tahun yang lalu. Sebagai pendengar setia saya mendengarkan dengan duduk manis dan penuh perhatian. Begini…

Kamu sudah pernah, atau dulu bahkan sering, naik kereta dari Jakarta ke Bandung, ‘kan..? Jaman masih ada Parahyangan yang gerbong tanpa AC alias kelas ekonomi, iya ‘kan..? (saya mengangguk, inget jaman mahasiswa hanya bisa kelas ekonomi, hehe…)

Hidup kita yang berusaha selalu konsisten dengan tujuan pencapaian yang jelas dan menggunakan jalur yang benar, seperti saat kamu naik kereta itu. (saya belum ngeh apa maksudnya, lalu..?)

Kita berada dalam gerbong yang melaju dengan guncangan kadang lembut walau seringnya keras. Kereta tetap setia pada jalurnya, dan kadang-kadang melambat pada lokasi tertentu. Selama perjalanan apa yang kamu lihat keluar..? Saat dari Bekasi hingga Karawang pemandangan adalah lahan sawah yang sedang dikonversi menjadi lokasi-lokasi pabrik nan luas.

Dari Karawang menuju Cikampek kamu akan melihat luasnya sawah bak lautan tak berujung. Melewati Cikampek menuju Purwakarta daerahnya sudah berbukit, berhutan sebagian, beberapa ada lembah bersawah. Tul ‘kan..? (saya mengangguk menyetujui sambil kembali mengingat jaman baheula itu)

Saat dari Purwakarta hingga Padalarang kamu pasti menikmati keindahan perbukitan, sawah yang berundak, beberapa sungai mengalir, hutan, perkampungan dan… terowongan di Sasaksaat yang cukup menggelapkan gerbong dalam waktu nggak sebentar lho. Juga pasti kamu menikmati pemandangan saat melewati jembatan panjang di Cisomang, jembatan yang melalui jurang dalaaam… (yup, saya ingat semua itu, semua terpampang di depan mata secara 3 dimensi bak film Iron Man…)

Nah itulah kehidupan kamu, yang penuh dengan berbagai keragaman kondisi dimana selalu berganti dalam perjalanan. Selama kamu tetap konsisten pada jalur yang benar maka kamu akan menikmatinya sebagai keindahan tak terputuskan.

Tetapi apa yang orang lain bicarakan tentang hidupmu..? Mungkin dia hanya melihat penggalannya saja.

Wah kamu hidupnya gersang bagai pesawahan dalam proses konversi lahan ke daerah industri..! Nggak enak bangeethh…! Yang lain berpendapat: wah hidupmu membosankan, ibarat memandang hal monoton sawah nan luas tak berbatas.

Ada juga yang menilai: asik amat hidupmu, bagai melihat pemandangan alam penuh dengan ngarai indah yang bersawah-undak dan segar terlihat. Mmm dan ada juga yang melihat: Hidupmu gelap sekali, bagai melewati terowongan di perbukitan Sasaksaat.

Mereka, sekali lagi, hanya menilai hidupmu dari fragmen pendek, yang hanya sesaat saja dari perjalanan hidup nan panjang. Jadi, janganlah menyalahkan mereka, para penilai itu. Biarkanlah ia sebagai suara periuh sesaat. Tetaplah pada jalurmu, dan jangan lupa, nikmati semua yang kamu alami.

(saya tidak mengangguk, saya terbangun, dan sadar bahwa sebentar lagi stasiun Bandung menjelang. Mari berberes tas, siap menghadapi keindahan naik angkot menuju Simpang Dago…)

*/ East Lansing, Minggu 9 Februari 2014