Tags

, , , ,


Peta Cerita versi 014.03

Peta Cerita versi 014.03

Cerita yang dituangkan pada tulisan diblog seringkali mempunyai kesulitan dalam melihat sebarannya. Dengan meletakkan cerita-cerita tadi pada peta maka akan terlihat dengan cepat dimanasajakah si cerita berada.

Peta Cerita kali ini adalah pengembangan iseng dari versi lama yang telah hadir pada 28 Oktober 2012. Sila baca: Memetakan Blog Pada Peta Dunia di Peta Cerita.

Saat itu, yang kemudian diberi nama Peta Cerita versi 012.10, taut dibuat dan diletakkan di peta Google Maps menggunakan fasilitas pada akun Google. Tiap orang yang mempunyai akun Google pastilah bisa membuat peta sendiri dengan memanfaatkan fasilitas pada maps.google.com.

Versi yang kini saya luncurkan (kaya kereta aja…) adalah Peta Cerita versi 014.03, tetap memanfaatkan Google Maps. Bedanya adalah data yang dimasukkan kali ini disimpan pada fasilitas database sendiri. Pengubahan struktur database dan tampilan dapat dibuat dengan gampang, tidak terikat pada fasilitas pembuatan peta di Google Maps. Saya menggunakan bahasa pemrograman php, html, dan javascript.

Fungsi yang ada adalah sebagian besar dari yang telah disediakan/dicontohkan oleh Google Maps. Sila mampir di Google Developers. Juga beberapa trik yang banyak terdapat di Youtube ataupun di blog pengembang web.

Pada Peta Cerita ini, saya memusatkan perhatian pada wilayah Indonesia sebagai titik tengah peta saat pertama kali dibuka. Setelah peta terbuka, maka akan bermunculan icon pada lokasi dimana cerita telah dipetakan. Penggunaan fasilitas zoom dan geser (panning) dapat digunakan untuk memperjelas sebaran pin atau icon yang ada.

Sampai tulisan ini saya buat, saya membagi cerita menjadi beberapa tema:

  • Akomodasi – mengenai hotel dan penginapan, hal penting dalam bepergian.
  • Alam – semua cerita di alam luar, gunung, sawah, lautan…
  • Belanja – biasanya banyak yang seru tentang belanja dan lokasinya.
  • Budaya – tiada yang kurang akan kegiatan budaya dimanapun.
  • Fotografi – khusus untuk cerita foto atau film.
  • Ibadah – lokasi beribadah dan prosesi ibadah.
  • Komunitas – cerita ramai yang selalu dilakukan komunitas (blogger, sekolah, keluarga, dll).
  • Kuliner – pengalaman keluyuran cari makan.
  • Kepramukaan – saatnya berkumpul dalam kepramukaan.
  • Travel – cerita perjalanan kemanapun dimanapun.

Pada versi kali ini saya mengundang rekan-rekan blogger untuk memetakan ceritanya menggunakan Peta Cerita ini. Pengisiannya sangat mudah.

Pengisian Peta Cerita

Pengisian Peta Cerita

Langkah sederhana adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan lokasi cerita dengan menempatkan penanda (marker) pada peta di lokasi yang diinginkan. Gunakan penggerak pada tetikus (scroller) untuk zoom-in/out. Atau lakukan pergeseran peta dengan klik-geser-lepas. Penanda juga digerakkan dengan klik-geser-lepas.
  2. Isikan metadata pada kolom dikanan. Judul tulisan adalah penting dan harus diisi. Tema tulisan dipilih sesuai dengan yang dianggap pas. Alamat URL permalink (alamat internet yang langsung pada tulisan) harus diisikan. Jika ada gambar maka masukkan image URL-nya.
  3. Nama dan email anda diperlukan untuk isian sebagai kontributor, walau tidak wajib.
  4. Periksa lagi isian, jika sudah yakin maka klik “Simpan”, atau kalau mau mengubah total bisa klik “Batal”. Isian ini tidak mengenal pengeditan, jadi sekali masuk selesai.
  5. Untuk menghindari kesalahan penempatan dan/atau isian, misal: lokasi diletakkan di tengah laut padahal cerita tentang di gunung, maka saya berlakukan sistem moderasi. Berapa lama cerita termoderasi… ya semoga cepetlah kalau moderator lagi nggak banyak kerjaan… hehe…

Baiklah, saatnya mencoba:

Versi lama Peta Cerita dapat dilihat dengan klik disini.

Bagi yang mau meletakkan ceritanya di Peta Cerita, silakan, dan saya akan sangat berterimakasih. Memudahkan bagi pengunjung dalam memilah cerita berdasar lokasi dipeta.

Salam Spasial..!!!

*/ : )