Tags

, , , ,


Berbeda tetapi tetap satu tujuan : )

Berbeda tetapi tetap satu tujuan : )

Berbeda-beda tetapi tetap satu adalah arti umum dari Bhinneka Tunggal Ika, demikian yang diajarkan guru saya sekian puluh tahun lalu. Kalimat bhinneka tunggal ika ini merupakan kutipan dari sebuah kakawin Jawa Kuna yaitu kakawin Sutasoma, karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14 (kata Wikipedia).

Mmm… tulisan kali ini bukan untuk belajar PMP (Pendidikan Moral Pancasila) atau yang sekarang dikenal sebagai mata pelajaran PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Kalimat tersebut mengingatkan saya saat saya masak di dapur.

Sebegitunya..?

Ya, sebegitunya, saya ingat bhinneka tunggal ika saat saya di dapur menyiapkan masakan.

Untuk membuat satu jenis masakan, misalkan sop sayur apa kek, maka diperlukan berbagai bahan. Bahan ini ada yang dari sayuran, buahan, atau umbian. Ada juga dari sumber lain seperti minyak nabati (minyak goreng), bihun,  telur, dan lain sebagainya. Hanya untuk satu jenis masakan maka saya harus mencampurbaurkan beberapa jenis bahan. Supaya apa..? Ya supaya enak laaah…

Eh, soal enak nanti dulu, yang penting adalah masakan jadi sesuai keinginan, minimal bentuknya. Enak nggak enak itu tergantung jam terbang…😀

Hal ini yang membuat saya teringat rangkaian kata bhinneka tunggal ika tadi. Keberagaman asal dan fungsi jika diolah dengan benar maka akan dihasilkan luaran yang baik dan berguna.

Lebih dari itu saya juga jadi teringat siapa yang membuat bahan-bahan tadi. Mungkin lebih tepatnya: siapa yang menciptakannya. Berjuta jenis bahan tergeletak di muka bumi dengan fungsinya masing-masing dan bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan kehidupan.

Kebesaran Nya terasa semakin maknyuss saat mana apa yang saya campurbaurkan tadi kemudian membuat badan saya hangat, karena ada proses pembakaran dalam tubuh, dan membuat saya nyaman untuk memulai kegiatan keseharian. Hal ini membuat saya semakin hati-hati dalam memperlakukan bahan dan juga masakan yang ada, untuk digunakan secukupnya, seperlunya.

Dapur memang sering kali membuat banyak penyadaran.

*/ : )