Tags

, , , , , , , , ,


ITC News 2009-1

ITC News 2009-1

Saat berselancar disitus web ITC, menemukan publikasi ITC News Edisi tahun 2009 mengenai kegiatan di Aceh. Kegiatan ini mengenai penggunaan GIS dan Remote Sensing untuk mengaudit bantuan kebencanaan. INTOSAI (International Organization of Supreme Audit Institutions), melalui kerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan RI, melakukan kajian dengan daerah pilot adalah di Aceh pascabencana gempa dan tsunami yang terjadi tahun 2004. Kegiatan ini sendiri berlangsung pada tahun 2007-2008.

Keterlibatan saya disini adalah atasnama BPPT, dan bekerjasama dengan bu Dr Wijske Bijker seorang ahli geospasial dari ITC (saat ini bernama: Faculty of Geo-Information Science and Earth Observation of the University of Twente) Belanda.

Kajian ini memiliki tiga komponen utama yaitu penengembangan metode, kemungkinan dikerjakan (feasibility), dan pelatihan. Penggunaan GIS dan Remote Sensing dalam proses audit ini untuk membantu mempercepat dalam melihat kondisi fisik bantuan (misal: pembangunan perumahan) untuk area yang luas.

Penggunaan data satelit resolusi tinggi, yaitu rekaman setelah kejadian bencana dan setelah bantuan pembangunan sedang/telah dilaksanakan, sangat diperlukan. Dari dua waktu berbeda tersebut dapat dilihat kondisi bantuan/bangunan (lokasi, letak rumah, jumlah, dan kondisi atap untuk beberapa kasus). Data satelit KOMPSAT-2 (Korean Multipurpose Satellite) yang diberikan oleh Korean Aerospace Research Institute (KARI) sangat membantu dalam pengembangan metode.

Banyak pengalaman lapangan yang mengasyikkan selama di kota Banda Aceh dan sekitarnya. Bertemu dengan banyak pihak pemangku kepentingan dan “pemilik” data spasial adalah cerita tersendiri, disamping tidak terlewat menikmati kopi di Ulee Kareng. Bantuan dari rekan-rekan di BRR Aceh-Nias (SIM-C), BAPPEDA Provinsi, BAKOSURTANAL (saat itu belum bernama BIG) dan NGO sangat luar biasa. Begitu juga dukungan kuat dari BPK NAD dan BPK RI dalam menyukseskan kegiatan ini sebagai “pertama di dunia” untuk badan audit menggunakan teknologi GIS dan RS.

Dikegiatan ini pula saya banyak kenal dengan rekan-rekan dari BPK RI dan juga BPK NAD. Bersama memahami dunia spasial dengan dilandasi latarbelakang keilmuan sangat berbeda, itu mengasyikkan. Kami semua sempat ke desa Lampuuk di pinggir pantai untuk berlatih mengambil data lapangan menggunakan referensi peta pembangunan perumahan terbaru, data satelit terbaru, dan penggunaan GPS. Saat ini sebagian dari rekan-rekan pelatihan tersebut tetap menggunakan tools ini (yang telah mereka kembangkan lagi) dalam menjalankan tugas audit diberbagai bidang di seluruh wilayah Indonesia.

Jika ada yang ingin membaca ITC News tersebut, silakan unduh ditaut ini, atau membaca versi daring dengan klik disini.

*/ : )