Tags

, , , ,


Kupu-kupu yang lucu… dimana engkau hinggap… : ) (ilustrasi jakasembung)

Penggunaan WA/BBM dan berbagai aplikasi messenger lain adalah jamak, sangat biasa dilakukan oleh kita semua, dari anak balita sampai lansia. Apalagi kalau pekerjaan/bisnis menuntut untuk itu. Dan jaman sekarang semua aplikasi itu sudah dirangkum dalam sebuah paket ponsel cerdas (smartphone), sehingga ringkas bisa dioperasikan dimana saja selama “nggak lupa beli signal-nya juga”…

Hal yang aneh adalah ketika satu saat saya menghubungi seorang teman, yang mempunyai jabatan struktural cukup tinggi di sebuah Dinas daerah, susahnya bukan main. Dia adalah orang terpelajar, berpendidikan luar negeri pula, dan berinteraksi dalam jejaring nasional dan internasional. Pokoknya dia bukanlah level ndeso..! Dia orang kekinian bangetttt…!

Lalu apa kesulitan saya menghubungi beliau? Satu hal “penghambat” adalah beliau tidak menggunakan semua aplikasi berkirim kabar seperti WA/BBM/dll. Beliau hanya mau bicara (telepon) atau kirim teks SMS. Memangnya Hp beliau nggak mampu untuk install semua messenger itu? Ternyata, setelah saya ketemu langsung, memang Hp-nya nggak bisa diinstal apapun. Hp-nya tergolong Hp Begok (dumb-phone, a basic mobile phone that lacks the advanced functionality characteristic of a smartphone). Hanya bisa digunakan untuk telepon dan SMS, plus main game ular yang mutar-mutar di screen-nya.

Dia pemerhati teknologi dan bidang kerjanya ditunjang oleh teknologi tapi kenapa beliau terlihat anti-teknologi?

Dengan kepo dan gaya ndeso saya tanya ke beliau…

Jawabnya, saya bukannya nggak kenal aplikasi yang mempermudah kita berkomunikasi mas, saya hanya ingin men-steril-kan diri dari gonjang-ganjing Pilkada. Saat mendekati Pilkada biasanya kita dimasukkan di bermacam group, baik di group si calon A maupun calon B ataupun calon C atau group anti A/B/C. Tapi saya nggak mau termakan situasi seperti itu, jadi lebih baik saya ambil amannya saja, pakai Hp Begok ini saja, hati lebih tentram dan bisa senyum ke pihak manapun.

Ah si bapak ini cara berpikirnya ndeso banget… Atau saya yang ndeso ya…?


sambil minum Kopi Kelelawar di Kafe Serambi Sentul City, ndeso Babakan Madang, Bogor.

Advertisements