Tags

,


Si Gelas Hijau

Tersebutlah awal 2000an, entah tepatnya tahun berapa, si Gelas Hijau ini hadir di meja saya, lengkap dengan tutupnya yang relatif ketat. Si Hijau ini punya merk Hawaii, Made in Indonesia, yang tercetak dibagian bawah, dan mempunyai kode resin atau RIC (Resin Identification Code) angka 5 di tengah lambang recycle, yang menandakan polypropylene (PP) (dibuat dari bahan untuk auto parts, industrial fibers, food containers, etc.).

Apa istimewanya si Gelas Hijau ini?

Seperti gelas yang lain, ia saya fungsikan sebagai alat penyimpan sementara air (putih, teh, dll) sebelum mengalir kedalam tenggorokan saya. Ia saya letakkan di meja kerja berdampingan dengan komputer atau laptop. Tiap hari dan bertahun-tahun ia menemani saya dari pagi hingga sore atau malam. Sehingga dari fungsinya ya nggak ada istimewanyalah.

Tetapi bagi saya ia adalah saksi bisu perjalanan saya selama belasan tahun di lantai 20 ini. Sempat saya tinggal agak lama beberapa kali dalam hitungan bulan dan pernah dalam hitungan tahun, tetapi ia tetap setia menunggu dan siap difungsikan saat saya hadir kembali.

Ohya, ada cerita, saat libur lebaran entah tahun berapa, lab kami pernah kedatangan banyak tikus, dan si Hijau yang tanpa sengaja saya tinggal di meja (harusnya saya bawa dan simpan di pantry) tutupnya menjadi korban gigitan tikus, ada lecet di beberapa tempat. Sayang sekali sekarang si tutup sudah tak hadir lagi, entah kemana ia pergi.

Tapi tak apalah, yang penting si Hijau masih berfungsi dengan baik menampung materi liquid yang transit sejenak sebelum masuk ke dalam tubuh saya.

Advertisements