Tags

, , ,


40613463_10158381445747837_877247199057018880_n

Oneplus One dan Redmi Note 5

Setelah bertugas selama empat tahun (kurang sebulan) akhirnya Oneplus One saya purnatugas. Sejak datang ke rumah diantar oleh pak pengantar barang kiriman daring, sang Oneplus One hampir tidak pernah tidur nyenyak, kecuali saat penerbangan jarak jauh antarbenua. Ya, smartphone saya yang bermerk Oneplus One bertugas sejak Oktober 2014 dan mengalami kematian fungsi pada 31 Agustus 2018.

Dari pertama mengenal ponsel saya pakai produk Ericsson, kemudian Sony Ericsson, dan kemudian Sony.

Baca: HP dari masa ke masa: Ericsson, Sony Ericsson, Sony…

Sampai kemudian ketika nyebrang samudra saya tidak bisa memakai Sony karena memang nggak ada yang jual di counter daring/luring untuk wilayah Amerika. Dan ketika sedang galau karena utilitas hp Sony yang dibawa dari Indonesia nggak bisa optimal di Amerika, maka diputuskan mencari penggantinya.

Oneplus One yang saya pakai cukup tangguh, sudah mengalami jatuh dari apartemen saya di lantai tiga, dan nggak kenapa-kenapa tuh. Bertugas dikondisi suhu lebih dingin dari minus 20 Celsius juga aman-aman aja, sementara iPhone teman sudah mati. Kemampuan fotografinya juga bagus, ribuan foto sudah dihasilkan di dalam dan luar ruang, tetap manstap hasilnya.

Baca: Dari Sony ke OnePlus: Pindah Kelain Hati

Saat kembali ke Indonesia, Oneplus One tetap bertugas dan sempat keliling Indonesia mengabadikan banyak momen dari Sabang hingga Manokwari. Sampai akhirnya, 31 Agustus, saat diletakkan di meja karena sedang memimpin rapat, tetiba mati. Mati dan diakali berbagai cara, nggak ada respon sama-sekali. Duh!

Banyak data dan kenangan bersama sang Oneplus One ini, generasi pertama Oneplus asli buatan Tiongkok, terpaksa harus direlakan untuk istirahat selamanya.

Penggantinya segera dihadirkan demi kelancaran kerja, atas dasar rekomendasi dari beberapa teman, dan dipilih: Redmi Note 5. Semoga menjadi teman yang tangguh.


 

Advertisements